IKASSI.NET.,-AMBON– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., secara resmi menandatangani prasasti Monumen Moderasi Beragama di Negeri Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (23/05/2026).
Penandatanganan prasasti yang berada di depan Balai Negeri Siri Sori Islam tersebut menjadi simbol penguatan komitmen bersama dalam menjaga harmoni, toleransi, dan budaya hidup orang basudara di Maluku.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Faisal Saimima, Plh. Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Maluku Ria Anis Purwaningrum, Kabid Pendidikan Madrasah Hj. Farida Laisouw, Kabid Bimas Islam H. M. Yasir Rumadaul, Kabid Bimas Kristen Stefanus Tia, Kabid Pakis H. Abdul Karim Rahantan, Pembimas Katolik Bernardus Fenulene, serta Pembimas Hindu Wayan Shantika.
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Negeri Siri Sori Islam yang dinilai berhasil merawat nilai-nilai moderasi beragama melalui budaya lokal, pela gandong, serta semangat persaudaraan lintas agama yang tetap hidup hingga saat ini.
“Kehadiran monumen ini bukan sekadar simbol fisik, tetapi menjadi penanda bahwa masyarakat Siri Sori Islam telah menunjukkan praktik nyata moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Nilai hidup orang basudara di negeri ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Kakanwil sebagaimana disadur dari https://maluku.kemenag.go.id/
Menurutnya, Siri Sori Islam merupakan salah satu contoh daerah di Maluku yang mampu menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman keyakinan dan budaya. Ia mengaku sangat mengenal karakter masyarakat negeri tersebut yang selama ini hidup dalam semangat kebersamaan dan saling membantu tanpa memandang perbedaan agama.
Kakanwil menuturkan, semangat toleransi itu tampak nyata dalam berbagai momentum kehidupan masyarakat, termasuk keterlibatan warga lintas agama dalam pembangunan rumah ibadah maupun kegiatan adat dan kemasyarakatan.
“Saya mendapat banyak cerita baik tentang negeri ini. Ketika pembangunan masjid dilakukan, masyarakat Kristen ikut membantu. Begitu juga saat pembangunan gereja, masyarakat Muslim turut terlibat. Ini adalah wujud nyata nilai kearifan lokal yang lahir dari budaya pela gandong dan harus terus dipertahankan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, semangat persaudaraan juga terlihat dalam berbagai agenda adat, termasuk pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam, Syarifuddin Pattisahusiwa, yang turut melibatkan masyarakat pela gandong dari negeri-negeri tetangga.
“Ini adalah gambaran bahwa hidup berdampingan dalam perbedaan sesungguhnya sangat indah. Sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Siri Sori Islam yang tetap menjaga nilai persatuan dan kebersamaan,” katanya.
Kakanwil menegaskan bahwa keberadaan Monumen Moderasi Beragama tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya menjaga kerukunan dan merawat budaya hidup bersama di tengah tantangan perubahan zaman.
“Moderasi beragama bukan hanya konsep, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata, dalam budaya saling menghargai, saling membantu, dan menjaga persaudaraan. Semoga nilai-nilai baik yang hidup di Siri Sori Islam dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain di Maluku,” harapnya. (thio/ASA)













Discussion about this post