IKASSI.NET,-AMBON– Kelompok Kerja (Pokja) Ikatan Keluarga Siri Sori Islam (IKASSI) Ambon untuk Pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam resmi dibubarkan, Senin malam (15/6/2026).
Tim yang diketuai Said Kaplale & Abdurrahman Tuhepaly sebagai sekretaris ini dinyatakan berhasil membantu panitia pusat menyukseskan pelantikan Raja yang berlangsung “mewah”.
Ketua IKASSI Ambon, Hasbollah Toisuta, sebelum membubarkan tim pokja, menyampaikan terima kasih kepada pokja maupun pengurus IKASSI yang telah bekerja keras mengerahkan tenaga dan pikiran dalam kegiatan yang sangat dirindukan anak Cucu Siri Sori Islam tersebut.

“Terima kasih yang banyak kepada teman-teman pokja dan pengurus yang selalu membersamai dan mengawal proses ini dari mulai perencanaan sampai dengan hari H-nya,” kata Hasbollah menggunakan bahasa daerah Negeri Siri Sori Islam.
Apresiasi tinggi juga diberikan kepada para sesepuh dan penasehat IKASSI Ambon yang hadir dalam agenda pembubaran yakni Hi. Rustam Holle, Hi. Ka Wattiheluw, Hi. Lutfi Sanaky dan Hilal Wattiheluw. Mereka dinilai memiliki atensi besar sehingga pelantikan Raja berjalan dengan sukses.
Meski secara umum pelantikan Raja berlangsung dengan sukses, namun Hasbollah tidak menepis kalau banyak hal yang perlu menjadi evaluasi IKASSI ke depan.

“Banyak orang tertarik dengan acara pelantikan, selain aspek pemerintahan, yang lebih menarik pada acara kemarin yaitu budayanya dan relegiusitasnya,” ungkap Hasbollah mengakui pujian dari para tamu yang hadir.
Sebelum dibubarkan, Said Kapale, Ketua Pokja terlebih dahulu menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan melalui draf rancangan yang sudah diperbanyak kepada peserta rapat.
Dalam pembahasannya, secara umum baik anggota hingga para sesepuh dan penasehat IKASSI Ambon yang hadir menerima laporan keuangan dengan catatan-catatan kecil yang harus disempurnakan.

Selain membahas laporan pertanggungjawaban keuangan, dalam rapat pembubaran tersebut juga menjadi bahan evaluasi agar ke depan menjadi lebih baik.
“Apabila selama kerja-kerja pokja ada ucapan beta (saya) yang kasar, atau beta marah maupun hal-hal yang menyinggung perasaan basudara, bt secara pribadi meminta maaf,” tutup Said Kaplale disambut dengan tepuk tangan peserta rapat.●











