IKASSI.NET.,-AMBON– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., bersama rombongan menghadiri prosesi pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam, Syarifuddin Pattisahusiwa, yang berlangsung di kediaman Raja Negeri Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (23/05/2026).
Pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam dilakukan langsung oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dan turut dihadiri Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat Negeri Siri Sori Islam.
Turut mendampingi Kakanwil dalam agenda tersebut, Plh. Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Maluku Ria Anis Purwaningrum, Kabid Pendidikan Madrasah Hj. Farida Laisouw, Kabid Bimas Islam H. M. Yasir Rumadaul, Kabid Pakis H. Abd. Karim Rahantan, Kabid Bimas Kristen Stefanus Tia, Pembimas Katolik Bernardus Fenalune, serta Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Maluku.
Momentum pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam berlangsung penuh khidmat dan sarat nilai budaya. Kehadiran ribuan masyarakat, baik yang datang dari negeri setempat maupun perantau, menjadi simbol kuatnya ikatan persaudaraan dan kecintaan masyarakat terhadap negeri adat mereka.
Dalam arahannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan bahwa pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam bukan sekadar agenda seremonial pemerintahan adat, melainkan momentum kembalinya sejarah dan harapan masyarakat kepada rumah besarnya.
“Hari ini bukan sekadar pelantikan seorang pemimpin negeri, tetapi hari pulangnya sejarah kepada rumahnya. Ini adalah jawaban atas doa, harapan, dan kesabaran masyarakat Negeri Siri Sori Islam,” ujar Gubernur disadur dari https://maluku.kemenag.go.id/
Gubernur mengaku bangga dan terharu melihat antusiasme masyarakat yang hadir dengan penuh sukacita. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Siri Sori Islam menjadi pesan penting bahwa persatuan dan cinta terhadap negeri tetap hidup di tengah masyarakat Maluku.
“Saya yakin banyak anak negeri yang rela meninggalkan pekerjaan dan kehidupannya di perantauan hanya untuk pulang menyaksikan sejarah ini. Itu menunjukkan bahwa ikatan anak negeri tidak pernah putus oleh jarak dan waktu,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa membangun negeri tidak dapat dilakukan sendiri oleh seorang raja, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga kaum perempuan.
“Kalau masyarakat bersatu, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Kalau masyarakat bergandengan tangan, tidak ada tantangan yang tidak mampu dihadapi,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menyampaikan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Raja Negeri yang baru, Siri Sori Islam akan semakin maju dan mampu melahirkan karya-karya besar bagi daerah.
“Saya percaya dengan kepemimpinan Raja Negeri dan dukungan seluruh masyarakat, Negeri Siri Sori Islam akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi Maluku Tengah maupun Provinsi Maluku,” ungkap Bupati.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Siri Sori Islam yang selama ini terus mendukung program pembangunan daerah serta menjaga nilai persaudaraan dan adat istiadat yang diwariskan para leluhur.
“Kehadiran masyarakat yang begitu besar hari ini menunjukkan bahwa adat, persatuan, dan semangat kebersamaan masih hidup dan menjadi kekuatan utama dalam membangun negeri,” ujarnya.
Di sela-sela kegiatan tersebut, Kakanwil Kemenag Maluku menyampaikan apresiasi atas kuatnya nilai persaudaraan, budaya pela gandong, dan kehidupan toleransi yang terus dijaga masyarakat Negeri Siri Sori Islam.
Menurut Kakanwil, kehidupan masyarakat Siri Sori Islam menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai moderasi beragama, adat, dan budaya dapat berjalan harmonis dalam kehidupan sehari-hari.
“Negeri Siri Sori Islam menunjukkan kepada kita bahwa hidup berdampingan dalam keberagaman itu sangat indah. Nilai persaudaraan, gotong royong, dan saling menghormati yang diwariskan leluhur harus terus dirawat sebagai kekuatan bersama masyarakat Maluku,” tutur Kakanwil.
Ia berharap momentum pelantikan Raja Negeri tersebut dapat menjadi titik penguatan persatuan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan negeri yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera di masa mendatang. (thio/ASA)













Discussion about this post