IKASSI.NET,-AMBON— Ikatan Keluarga Siri Sori Islam (IKASSI) Ambon menggelar Rapat Pleno II sebagai ajang evaluasi kinerja dan refleksi tiga tahun masa kepengurusan. Momentum ini dimanfaatkan untuk menilai capaian program kerja sekaligus merumuskan arah strategis organisasi paguyuban tersebut ke depan.
Ketua Umum IKASSI Ambon, Prof. Dr. Hasbollah Toisuta, menegaskan, rapat pleno bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang evaluasi secara menyeluruh terhadap target yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Besar (Mubes).
“Secara umum, dalam tiga tahun terakhir ini alhamdulillah banyak hal yang sudah kita lakukan, meskipun masih ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan di dua tahun sisa kepengurusan,” ujar Hasbollah dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, konsolidasi yang menjadi tema utama Mubes sebelumnya telah berhasil merapikan struktur dan menjadikan IKASSI Ambon sebagai organisasi paguyuban yang modern, rapi, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satu capaian yang disorot adalah penguatan basis data melalui sistem digitalisasi di berbagai bidang kerja, mulai dari keanggotaan, pengembangan SDM, kesejahteraan sosial, hukum dan keamanan, hingga media.
Keberadaan IKASSI Ambon, tekan Hasbollah, tidak boleh berhenti pada urusan internal di perantauan semata. Organisasi ini dituntut memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Negeri Siri Sori Islam (Kabupaten Maluku Tengah), Kota Ambon, Maluku, hingga tingkat nasional.
Salah satu bukti kontribusi nyata IKASSI Ambon adalah kesuksesan pengawalan agenda besar pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam beberapa bulan lalu yang mendapat apresiasi luas.
“Oleh karena itu, program Pemerintah Negeri (Pemneg) ke depan harus terus kita kawal dan berikan masukan pemikiran. IKASSI memiliki potensi SDM yang kuat mulai dari kalangan intelektual, mahasiswa, hingga pelajar. Tanggung jawab kita adalah mendorong kemajuan kampung halaman sesuai dinamika zaman tanpa mengabaikan kelestarian nilai-nilai adat,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasbollah juga menyoroti dinamika sosial di tengah masyarakat. Ia meminta pimpinan adat (Upu) untuk bersikap tegas dalam menjaga legitimasi serta stabilitas pemerintahan negeri dari tindakan-tindakan destruktif, seperti aksi provokatif di media sosial maupun penyebaran pamflet tanpa dasar rasional.
”Jika ada hal yang tidak disepakati, sampaikan secara demokratis, santun, dan terstruktur kepada Upu (Raja). Negeri kita adalah negeri adat, jadi selesaikan dengan cara-cara yang bermartabat. Jangan menggunakan cara-cara premanisme,” tegas Hasbollah.
Selain isu internal, Pleno II IKASSI Ambon secara resmi melahirkan rekomendasi politik-pembangunan daerah. IKASSI Ambon menyatakan sikap mendukung penuh pemekaran wilayah Kota Kepulauan Lease.
Pihaknya berharap seluruh peserta pleno dapat memanfaatkan forum ini untuk berdialog secara jujur, terbuka, dan konstruktif. Ia meminta agar rekomendasi yang dihasilkan tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas, melainkan panduan kerja yang diimplementasikan secara konsisten.
Mengakhiri sambutannya, Hasbollah mengajak seluruh warga IKASSI untuk mempererat tali persaudaraan sesuai dengan falsafah dan moto organisasi.
“Mari kita satukan pikiran, hati, dan tenaga untuk memperkuat soliditas organisasi ini sebagaimana moto yang terpatri dalam lambang IKASSI: Pikamese-mese, pegang erat-erat,” pungkasnya.












