IKASSI.NET.,-AMBON– Gelombang antusiasme warga perantauan asal Negeri Siri Sori Islam yang tergabung dalam wadah BASISDA (Badan Sosial Siri Sori Islam Djakarta) Jabodetabek memuncak hari ini, Kamis (14/5/2026).
Hampir seratusan warga mulai bertolak menggunakan KM Labobardari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ke Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Mereka akan menyaksikan momen bersejarah di tanah leluhur di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.

Bukan sekadar mudik biasa, perjalanan panjang melintasi lautan dilakukan demi satu tujuan sakral, yaitu menghadiri prosesi Pelantikan dan Pengukuhan Adat Raja Siri Sori Islam yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026 mendatang.
Bagi masyarakat Siri Sori Islam, pelantikan seorang pemimpin adat atau Raja bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah peristiwa bersejarah yang menyangkut tatanan adat, identitas, dan persatuan anak negeri.

“Selamat pulang kampung, mudah-mudahan selamat sampai tujuan. Kita ketemu nanti di kampung (Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku),” teriak salah satu pengantar melalui video yang direkam. Ia nantinya akan menyusul menggunakan transportasi udara.
Untuk diketahui, pemberangkatan warga BASISDA Jabodetabek menghadiri prosesi pengukuhan Syarifufdin Pattisahusiwa sebagai Upu Latu Louhata Amalatu terbagi dalam dua gelombang. Yaitu dengan menggunakan jalur laut dan penerbangan (udara).

Jalur laut dengan menggunakan KM Labobar dipilih sebagai sarana transportasi utama, karena mampu menampung rombongan dalam jumlah besar, sekaligus menjadi ruang silaturahmi awal di atas kapal.
Selama perjalanan, atmosfer kekeluargaan khas “Pika Mese-mese” sudah terasa kental mulai dari awal persiapan pemberangkatan menuju dermaga pelabuhan. Tampak mereka sangat bersukacita menghadiri momen sakral dan bersejarah tersebut. (ADDM)












Discussion about this post