IKASSI.NET,-AMBON– Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar Ikatan Keluarga Siri Sori Islam (IKASSI) Ambon. Kegiatan yang dirangkai dengan shalat tarawih berjamaah ini berlangsung di kediaman Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, yang juga merupakan Dewan Penasehat IKASSI Ambon.
Acara tersebut dihadiri para dewan penasehat, pengurus, serta anggota IKASSI Ambon, bersama tokoh masyarakat dan warga Negeri Siri Sori yang berdomisili di Pulau Ambon. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini semakin mempererat hubungan kekeluargaan antar sesama anak negeri di perantauan.

Dalam sambutannya, Ely Toisutta menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk berkumpul dalam momentum ibadah Ramadan.
“Sebagai tuan rumah, beta menyambut baik kedatangan bapak ibu sekalian dalam rangka melaksanakan acara buka puasa bersama. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum kebersamaan dan kekeluargaan yang harus terus kita jaga dan pupuk,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ruang pertemuan seperti ini sangat penting bagi warga Siri Sori di Ambon untuk saling mengenal dan mempererat hubungan. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti buka puasa bersama, shalat magrib, hingga tarawih berjamaah menjadi sarana memperkuat ikatan kasih sayang antara generasi tua dan muda.

“Yang jauh menjadi dekat, yang dekat menjadi lebih dekat lagi. Ruang-ruang seperti inilah yang katong rindukan sebagai sesama anak negeri Siri Sori,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum IKASSI Ambon, Hasbollah Toisutta, dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya memaknai sepuluh hari terakhir Ramadan sebagai momentum pembebasan dari api neraka.

Menurutnya, pada fase akhir Ramadan umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak perenungan diri atau muhasabah guna memperbaiki kualitas keimanan.
“Para ulama biasanya pada fase ini berada dalam momen penuh perenungan. Mereka masuk ke dalam dirinya sendiri untuk melakukan evaluasi diri. Siapa yang berpuasa dengan kesadaran iman dan muhasabah, Insya Allah dosanya diampuni seperti bayi yang baru dilahirkan,” jelasnya.
Ia juga mengajak umat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan meningkatkan ibadah dan mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat.

“Puasa mendidik kita untuk mengenal Tuhan. Kalau mau makan sebenarnya bisa saja sembunyi, tapi kita tidak melakukannya karena sadar bahwa Allah selalu bersama kita,” tuturnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut kemudian dilanjutkan dengan shalat magrib dan tarawih berjamaah. Acara ini menjadi momen yang memperkuat silaturahmi sekaligus memperdalam nilai spiritual bagi keluarga besar IKASSI Ambon selama bulan suci Ramadan.












Discussion about this post