IKASSI.NET.,-AMBON– Di bawah langit Ambon yang cerah, sore kemarin, Senin, 16 Pebruari 2026, berjumpa kedua (pengurus) paguyuban negeri adat yang terikat dalam hubungan kekerabatan “Pela”; paguyuban Ikatan Keluarga Siri Sori Islam (IKASSI) dengan Persekutuan Masyarakat Leawaka (PUSAKA), negeri Haria.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturrahim melainkan sebuah “perayaan persaudaraan” yang telah lama dirindukan, ia hidup dalam denyut nadi kedua anak negeri ber-pela, Negeri Siri Sori Islam dan Negeri Haria. Dua negeri yang telah melahirkan tokoh-tokoh besar di jagad nasionalisme ke-Maluku-an dan ke-Indonesia-an. Siapa yang tidak kenal dengan Thomas Matulessy (Pahlawan Pattimura, Haria) dan Said Perintah (Siri Sori Islam)? Dua tokoh yang menorehkan tinta sejarah “berdarah” dalam Perang Pattimura 1817.
Diskusi mengalir dengan deras menyasar berbagai ruang-ruang sejarah dengan penuh kesahajaan; cerita tentang panas pela dua negeri di tahun 1960-an, kerja sama dua negeri membangun gereja dan masjid, olah raga sepak bola antara LOULEHA vs Men yang sering diwarnai baku pukol yang membuat hebo kota Saparua, dan kegiatan serimonial lain yang mengikutsertakan anak-anak dari kedua negeri ber-pela kala itu. Tawa kami sesekali meledak, “memecah” ruang makan Hotel Mutiara sore kemarin.
Di kota Ambon, kedua paguyuban “Pela” ini (IKASSI dan PUSAKA) termasuk paguyuban yang besar yang sudah lama eksis, dan memiliki jumlah warga yang relatif besar, sekira 17.000 s/d 18.000-an jiwa.
LOUHATA dan LEAWAKA adalah nama teon dari kedua Negeri ber-pela. Teon Negeri Siri Sori Islam adalah “Louhata”, sementara teon negeri Haria adalah “Leawaka”. Ketika ada event-event olah raga atau perlombaan lainnya, tim gabungan dua negeri pela ini biasanya tampil dengan bendera LOULEHA (Louhata-Leawaka). Penampilan terakhir LOULEHA seingat saya adalah pada lomba perahu belang, saat memeriahkan HUT-RI dan HUT Propinsi Maluku di tahun 2009, 2010 dan 2011, dan LOULEHA untuk tiga perlombaan ini berhasil memenangkan piala bergilir Gubernur Maluku 3 kali berturut-turut.
Ikatan persaudaraan Louhata dan Leawaka (Louleha) – yang terikat dalam janji Pela – telah menembus dimensi ruang dan waktu. bahkan telah “membatin” pada setiap jiwa anak negeri, “hidup satu, hidup semua”, “rasa satu, rasa semua” (ale rasa beta rasa). Ini mempertegas, pela bukan sekedar ikatan adat tapi jembatan hati yang memperjumpakan dan mempererat persaudaraan, meneguhkan persatuan dan menyalakan harapan akan masa depan yang damai.
Pertemuan IKASSI dan PUSAKA kali ini, selain membincangkan persiapan pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam yang insya Allah akan dihelat pada tanggal 23 Mei 2026, yang lebih penting lagi menjajaki kemungkinan kerja sama kedua paguyuban ini untuk program-program strategis pemberdayaan warga kedua paguyuban.
Jadi ingat lagu kapata yang diajarkan orang tua-tua kami:
Haria – Siri Sori satu lah
Haria – Siri Sori satu lah
Angka pela di zaman dahulu kala
Louhata – Leawaka satulah
(Penulis: Hasbollah Toisuta, Ketua Umum IKASSI Ambon)












Discussion about this post