IKASSI.NET,-AMBON– Aroma Idul Fitri 1447 H masih terasa kental di Negeri Siri Sori Islam. Pada 2 Syawal yang jatuh tanggal 22 Maret 2026 kemarin, suasana kemenangan tak hanya dirayakan dengan saling berjabat tangan dan menyantap hidangan khas lebaran. Ada satu magnet yang menarik seluruh lapisan generasi. Adalah liga sepakbola yang mempertemukan setiap angkatan.
Di lapangan legendaris yang biasa disapa masyarakat setempat dengan nama terem (lapangan bola) ini, sepak bola bukan sekadar olahraga. Ia merupakan ritual tahunan yang mempertemukan kembali mereka yang merantau dan mereka yang menjaga kampung halaman. Pertandingan antar angkatan tahun ini menjadi panggung di mana usia hanyalah angka, namun harga diri angkatan dan semangat persaudaraan adalah segalanya.

Sejak peluit pertama dibunyikan di bawah langit Saparua Timur, Maluku Tengah, keriuhan penonton tak henti-hentinya membakar semangat para pemain. Angkatan-angkatan muda yang penuh kecepatan beradu taktik dengan para senior yang mengandalkan ketenangan dan pengalaman. Di terem, setiap operan bola adalah jalinan silaturahmi, dan setiap gol adalah tawa bersama yang memecah ketegangan.
Liga angkatan yang dihelat mendapat antusias warga. Mereka datang memadati pinggiran lapangan mulai dari anak-anak hingga orang tua menjadi bukti bahwa sepak bola adalah bahasa pemersatu yang paling efektif.

Pertandingan yang dimulai selepas ibadah sholat Ashar ini juga diwarnai dengan aksi-aksi memukau. Kelincahan para pemain lokal yang terbiasa dengan medan terem “yang tak biasa” menunjukkan bakat sepak bola mengalir deras dalam darah pemuda Anak Cucu Siri Sori. Sorak-sorai pecah ketika gol demi gol tercipta, namun pelukan hangat antar pemain di akhir laga menjadi pemandangan yang paling menyejukkan hati.
Laga antar angkatan ini menutup hari dengan satu pesan kuat: Bahwa sejauh apa pun anak cucu Negeri Siri Sori Islam melangkah, mereka akan selalu memiliki alasan untuk pulang. Dan liga angkatan dengan segala keriuhannya di bulan Syawal, adalah salah satu alasan terindah itu. Mae iko iperkuat sportifitas dan menjunjung filosofi kumutuao, Ipika Mese-Mese. (SS)













Discussion about this post